BELU, 8 Desember 2025. Dekan Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Unhan RI, Marsda TNI Dr. Peny Radjendra, bersama Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H., beserta para pimpinan Forkopimda Kabupaten Belu, Dansatgas Pamtas RI–RDTL, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Cristina Aryani, S.E., S.H., M.H., di Bandara A. A. Bere Tallo Atambua, Senin (08/12/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara KP2MI, BP2MI, dan Pemerintah Daerah terkait upaya membuka peluang kerja luar negeri secara aman bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperluas program sosialisasi perlindungan pekerja migran. Turut hadir dalam rombongan, Kepala BP3MI NTT dan sejumlah pemerhati migran Indonesia.
Peran Strategis FVLM dalam Pengembangan SDM Perbatasan.
Dalam sesi dialog, Wakil Menteri KP2MI menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan sebagai bagian dari strategi jangka panjang nasional. Menurutnya, tenaga kerja terampil yang dibekali kompetensi vokasi dan mental bela negara memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar kerja global secara aman dan terlindungi.
Pada kesempatan ini, FVLM Unhan RI kembali ditegaskan sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mengembangkan ekosistem pendidikan vokasi pertahanan di Kabupaten Belu. Dengan tujuh program studi yang fokus pada sektor maritim, agrikultur, peternakan, permesinan, dan logistik pertahanan, FVLM berperan penting dalam mencetak lulusan terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri baik domestik maupun internasional.

Dekan FVLM Unhan RI, Marsda TNI Dr. Peny Radjendra, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas SDM perbatasan merupakan bagian dari strategi pertahanan nonmiliter untuk membangun ketahanan wilayah, mengurangi kerentanan sosial-ekonomi, serta menekan angka migrasi ilegal dan perdagangan orang. FVLM, menurut beliau, siap memperluas pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan program pembinaan berbasis disiplin bela negara bagi masyarakat Belu dan daerah sekitarnya.
Kolaborasi FVLM, Pemda, dan KP2MI untuk Migrasi Aman dan Produktif Melalui dialog ini, disepakati sejumlah arah penguatan kolaborasi, antara lain:
1. Peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui program vokasi bersertifikat dan pelatihan berbasis praktik pada tujuh Prodi FVLM.
2. Penguatan karakter dan ketahanan mental melalui integrasi nilai bela negara dalam pelatihan vokasi.
3. Persiapan tenaga kerja terampil sektor maritim, agrikultur, dan logistik yang memiliki daya saing global.
4. Penguatan mekanisme migrasi aman (safe migration) untuk mengurangi migran non-prosedural dan risiko eksploitasi.
5. Pengembangan perbatasan sebagai pusat vokasi dan lumbung logistik pertahanan, sejalan dengan visi Unhan RI membangun ketahanan nasional dari wilayah terdepan.
Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem perbatasan yang produktif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Belu sebagai lokus vokasi pertahanan dan pusat pengembangan SDM di kawasan timur Indonesia.

Kunjungan kerja Wakil Menteri KP2MI ini semakin menegaskan bahwa pengembangan SDM terampil di wilayah perbatasan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi pertahanan nasional berbasis pemberdayaan wilayah.
FVLM Unhan RI berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah pusat dan daerah melalui pendidikan vokasi unggul, riset terapan, serta program pengabdian kepada masyarakat demi tercapainya migrasi aman dan pembangunan perbatasan yang kuat, mandiri, dan berketahanan.